“Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa, melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (kegundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan.” – HR. Abdullah bin Mas’ud
Familiar dengan istilah “move on”? Apa yang ada di benak kita saat mendengar kata tersebut? Hm.. izinkan saya menebak ya..
Istilah “move on” akan membawa pikiran kita kepada tindakan seseorang setelah mengalami kondisi hati yang kecewa. Tapi kecewa bukan sembarang kecewa, melainkan kecewa karena cinta. Dan rata-rata, orang-orang yang berkoar-koar tentang “move on” tersebut, merupakan para pelaku yang menjalani cinta belum halal alias pacaran. Hehehe. Betul apa betul?
Nah, saya tidak akan membahas kisah cinta. Sebab menjalin cinta belum halal saja sudah jelas tak Allah izinkan. Jadi untuk apa dibahas. Allah tidak suka titik. Jadi kali ini, saya akan membahas mengenai tindakan “move on” yang biasa dilakukan seseorang, setelah dilanda kesedihan atau kekecewaan. Benarkah setelah sedih atau kecewa harus move on? Benarkah cukup hanya dengan move on akan membaikkan kondisi diri?
WHAT’S MOVE ON?
”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” QS. Ali Imran: 139Tapi apakah cukup memperbaiki diri dan suasana hati sebab kecewa mendalam hanya melalui move on? Ternyata tidak! Move on hanya memindahkan posisi diri, dari titik satu ke titik yang lain, tapi masih dalam garis yang sama. Tidak ada peningkatan kualitas diri sama sekali, hanya berpindah posisi saja. Apakah itu salah? Sebetulnya tidak. Tapi bagi pribadi-pribadi yang benar-benar ingin berubah tidak sekedar merubah suasana hati, tapi juga ingin meningkatkan kualitas diri, move on saja tidak cukup
LET’S MOVE UP!!
Jadi, masih cukupkah hanya dengan move on? Saya rasa tidak. Kita harus move up! Memaksa diri tidak hanya untuk mencari ketenangan dan kedamaian saja, tapi juga peningkatan kemampuan dan kualitas. InsyaAllah, dengan semakin tinggi kualitas diri kita, semakin dekat pada Illahi Rabbi, maka akan semakin mudah juga bagi kita menyampaikan selamat tinggal pada luka yang tersisa. Tidak akan ada duka melanda, sebab saat diri sudah berada di posisi yang lebih tinggi, segala faktor penyebab duka akan tampak semakin kecil hingga akhirnya hilang, tak nampak lagi. Let’s MOVE UP!!
“Move up adalah bentuk ikhtiar diri, untuk meningkatkan kualitas pribadi, dengan semakin mendekat pada Illahi Rabbi” – Febrianti Almeerasumber